SELF-ESTEEM, ASSERTIVENESS, AND SEXUAL BEHAVIOR IN ADOLESCENT GIRLS

Iffa Fathimiyah, Visi Aurora Amartha, Laili Rahayuwati, Imas Rafiyah

##article.abstract##


Background: One of the causes of reproductive health problem among adolescent girls in Indonesia is premarital sexual behavior. The possible factors are the low level of sexual assertiveness and low level of self-esteem. Objectives:The purpose of this research is to identify the self-esteem, sexual assertiveness, and premarital sexual behavior on adolescent girls. Methods:The quantitative descriptive study involving adolescent girls at SMK Baabul Kamil Jatinangor with total sampling technique (n=98). The instrument of this research used three measurements roommates are self-esteem scale, sexual assertiveness scale, and premarital sexual behavior scale. Results: The results of this research showed that there are 55.4% of adolescents are at a moderate self-esteem, 80% of adolescents have high sexual assertiveness, and 52.3% of adolescents have sexual behavior in high risk category

##article.subject##


Self-Esteem, Assertiveness, Premarital Sexual Behavior

Full Text:

PDF

References


Azizah, N., Rachmalia. (2016). Dukungan teman sebaya dengan konsep diri remaja SMAN 5 Banda Aceh. Jurnal Keperawatan, 1(1). http://www.jim.unsyiah.ac.id. (diakses pada tanggal 27 Mei 2018).

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2016). Sederet Catatan di Hari Kependudukan Dunia. Jurnal Keluarga, edisi kedelapan. https://www.bkkbn.go.id. (diakses pada tanggal 23 Januari 2018).

Candra, I.W., I Gusti, A.H., I Nengah, S. 2017. Psikologi Landasan Keilmuan Praktik Keperawatan Jiwa. Yogyakarta: Penerbit ANDI.

Coopersmith., S. 1967. The Antecedents of Self-Esteem.San Francisco: W. H. Freeman and Company.

Enejoh, V., et al. (2016). Impact of self-esteem on risky sexual behaviors among Nigerian adolescents. AIDS Care, 28(5).

Falah, P. N. 2009. Hubungan antara Perilaku Asertif dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Remaja Putri. Skripsi. Program Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Harsanti, I. P. 2012. Pengaruh Latihan Asertif terhadap Perilaku Seksual Beresiko pada Remaja di SMK Negeri “X” Jember. Skripsi. Program Sarjana Universitas Jember.

Herfianti, E. (2013). Hubungan pendidikan seksual dari orang tua dengan perilaku seksual remaja yang berpacaran di Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor. Skripsi. Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran.

Hidayat, K. (2013). Pengaruh harga diri dan penalaran molar terhadap perilaku seksual remaja berpacaran di SMK Negeri 5 Samarinda. eJournal Psikologi, 1(1). http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id. (diakses pada tanggal 3 Maret 2018).

Hurlock, Elizabeth B. 1986. Development Psychology : A Life Span Approach. New York : McGraw Hill inc.

Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2013). Kesehatan Reproduksi Remaja dalam Aspek Sosial. http://www.idai.or.id. (diakses pada tanggal 19 Oktober 2017).

Jakubowski, P., & Lange, A. (1976). Responsible assertive behavior: Cognitive. behavioral procedures for trainers. Champaign,Illinois: Research Press.

Jaringan Gaya Warna Lentera Indonesia (GWL-INA). 2016. Buku Kesehatan dan Hak Seksual serta Reproduksi Remaja GWL.Jakarta : Sekretariat Nasional GWL-INA. http://www.gwl-ina.or.id. (diakses pada tanggal 14 Desember 2017).

Karniyanti, N. K, & Lestari, M. D. 2017. Peran kontrol diri dan asertivitas pada sikap terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja akhir perempuan di bangli. Jurnal Psikologi Udayana, 5(1), 72-85.

Kementerian Kesehatan RI. (2015). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI. http://www.depkes.go.id. (diakses pada tanggal 7 Oktober 2017).

Lisnawati., & Nissa, S.L. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di Cirebon. Jurnal Care, 3(1).

McKay, M., Davis, M., & Fanning, P. (2009). Messages: The Communication Skills Books 3rd Ed. Oakland: New Harbinger Publications.

Musthofa, S.B., & Puji, W. (2010). Faktor yang mempengaruhi perilaku seks pranikah mahasiswa di Pekalongan tahun 2009-2010. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 1(1).

Mutiara, W., Maria, K., & Karwati. (2008). Gambaran perilaku seksual dengan orientasi heteroseksual mahasiswa kos di Kecamatan Jatinangor-Sumedang. Nursing Journal of Padjadjaran University. http://jurnal.unpad.ac.id. (diakses pada tanggal 18 November 2017).

Myles, R. 1983. Taught not Caught: Strategies for Sex Education. Second Edition. England: Ebenezer Baylis & Son Ltd.

Nasri, D., & Koentjoro. (2015). Pelatihan asertivitas normatif terhadap perilaku seksual pranikah pada wanita bermasalah sebagai upaya preventif. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 3(2).

Onyeizugbo, E.U. (2003). Effects of gender, age, and education on assertiveness in a nigerian sample. Psychology of Women Quarterly, 27, 12-16.

Sarwono, S.W. 2016. Psikologi Remaja : Edisi Revisi. Jakarta : Rajawali Pers

Sekarrini, L. (2012). Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual remaja di SMK Kesehatan di Kabupaten Bogor tahun 2011. Skripsi, Universitas Indonesia.

Setiawan, R., & Siti, N. (2008). Pengaruh pacaran terhadap perilaku seksual pranikah. Jurnal Soul, 1(2).

Slamet, M. (2016). Hubungan antara nilai keperawanan (virginity value) dengan perilaku seksual pranikah. Psikoborneo, 4(2).

Soetjiningsih, C.H. (2008). Remaja usia 15 - 18 tahun banyak lakukan perilaku seksual pranikah. Disertasi.Electronic Theses & Dissertations. Universitas Gajah Mada

Stuart, G. 2016. Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa Stuart ; 1st Indonesia edition. Singapore: Elsevier.

Suparmi., & Siti, I. (2016). Peran teman sebaya terhadap perilaku seksual pranikah pada remaja laki-laki dan perempuan di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, 44(2). http://ejournal.litbang.depkes.go.id (diakses pada tanggal 29 Mei 2018).

Tholense, N., & Rahardjo, W. 2013. Asertivitas Seksual dan Perilaku Seks Pranikah pada Mahasiswa. Jurnal Psikologi Ulayat, 1(2) 201-206. doi: 10.24854/jpu22013-21


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


##submission.license.cc.by4.footer##