IMPROVING NURSING SKILLS MODEL ON THE IMPLEMENTATION OF RESPONSE TIME IN TRUE EMERGENCY CASE AT THE EMERGENCY UNIT

Yuliati Yuliati, Roitona Manalu

##article.abstract##


Background: A good Response Time will prevent patient’s disability and death. The health professionals’ comprehension on Response Time requires continuous evaluation and refreshment. Objective: The purpose of this research is to know the influence of nurse’s knowledge and attitude towards the implementation of Response Time in true emergency case at the emergency unit (IGD). Methods: Pre Experimental method with One Groups Pretest-Posttest was used in this research. The sample was 30 respondents. Results: The result of Mann Whitney U test showed that there was an effect of improving the nurse’s knowledge and attitude toward the speed and accuracy of Response Time in true emergency case with p value of 0.000.  Conclusion: It was concluded that the knowledge and attitude of the nurse improves the implementation of Response Time in true emergency case at the emergency unit (IGD). It is suggested that for the installation service to continue providing periodical internal training to nurses regarding Response Time and handling the true emergency case.


##article.subject##


Response Time, True Emergency, knowledge, attitude, emergency unit

Full Text:

PDF

References


Anne-Marie Brown RN, MN.2014.Pengambilan keputusan triase perawat di Emergency Departement.

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1755599X13000062

(diakses 23 Oktober 2017)

Arif Darmawan.2012. Pelaksanaan Triase di Instalasi Gawat Darurat RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Universitas Muhammadyah Yogyakarta. Available at : http://www.arif-darmawan.journal.pelaksanaan-triase.html

(diakses 5 Oktober 2017).

Arikunto. 2013. Prosedur Penelitian.. Jakarta: Rineka Cipta

Azwar, 2011, Penyusunan Skala Psikologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Azwar, S. 2013, SikapManusia. Teori dan Pengukurannya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Azwar, Saifudin. 2010. Metodologi Penelitian.. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Basoeki.2013.Penanggulangan penderita gawat darurat anestesiologi &reanimasi. Surabaya: FK. Unair.

Braaten, Jane Saucedo.2015.Bagaimana sistem rumah sakit membentuk perilaku perawat sehubungan dengan respon time.

http://journals.lww.com/ajnonline/Abstract/2015/02000/CE___Original_Research___Hospital_System_Barriers.18.aspx

(diakses 23 Oktober 2017)

Departemen Kesehatan RI.2012. Pedoman pelayanan gawat darurat. Jakarta : 2014

Departemen Kesehatan RI. 2014. Sistem penanggulangan gawat darurat terpadu. Jakarta: Bakti Husada.

Dewi.2015. Pengetahuan perawat tentang pelaksanaan respon time di IGD RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Universitas Kandau Manado.

http://www.pengetahuan-perawat-respontime-journal.org.html

(diakses 23 Oktober 2017).

Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Rumah Sakit Khusus dan Swasta.2010. Sistem penanggulangan gawat darurat (SPGD). Jakarta : Departement Kesehatan.

Gilboy, N. 2015. Australasian triage scale. Australia: Emergency Department.

Gudrun Reay.2013. Pengambilan keputusan (DM) dan perawatan triase. Amerika Serikat.

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1755599X12000572

(diakses 23 Oktober 2017)

Hamid-Reza Khankeh, at all. 2013. Triage effect on wait time of receiving treatment services and patients satisfaction in the emergency department: Example from Iran. Iran University.

http://www.reza.org.journals/webref.html

(diakses 2 Oktober 2017).

Hardianti.2013. Gambaran kerja perawat pelaksana unit instalasi gawat darurat. Jakarta: Trans Info Media

Hastono. 2007. Analisis data. Jakarta: FKM UI.

Herkuanto 2012. Ilmu kedokteran Forensik dan Medikolegal FK UI RSCM. Jakarta

Kelana.2011.Metodologi Penelitian Keperawatan, Jakarta. Penerbit buku Kesehatan.

Lusiana. 2011. Faktor-faktor yang mempengaruhi perawat dalam pelaksanaan triage di UGD RS Puri Indah Jakarta. Diperoleh dari internet tanggal 07 oktober 2017

digilib.esaunggul.ac.id/public/UEUUndergraduate-1647-ABSTRAK.pdf

Margaret Fry. 2014. pengetahuan tentang kepercayaan diri, self-efficacy dan peran yang dimiliki faktor kontekstual dalam mengatur perilaku.

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1574626714000299

(diakses 23 Oktober 2017)

Notoatmodjo. 2012, MetodelogiPenelitianKesehatan, Jakarta: PT. RinekaCipta

Oman, Kathleen S. 2008. Panduan belajar keperawatan emergensi. Jakarta : EGC

Pelayanan Medis Siloam hospital.2016. Standar operasional prosedur. Buku panduan tidak dipublikasikan.

Potter & Perry.2009. Buku ajar fundamental keperawatan: konsep, proses, dan praktik. Jakarta: EGC.

Ritonga.2012. Manajemen unit gawat darurat pada penanganan kasus kegawatdaruratan obstetri. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada.

Robert Aloyce. 2014. Faktor yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan triase perawat di Dar es Salaam, Tanzania.

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2211419X1300075X

(diakses 23 Oktober 2017)

Sandi Purwo. 2015. Pengetahuan dan sikap perawat tentang respon time pada pasien true mergency terhadap tingkat keselamatan pasien di IGD RSUP Klaten. UMY Yogyakarta.

http://www.pengetahuan/respontime/sandi-puwo.jurnal.org.html

(diakses 24 Oktober 2017).

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Tarsito

Sujarweni, V. Wiratna. 2014. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Sulaiman. 2012. Waktu tanggap perawat pada penanganan pasien trauma dan non trauma di IGD RS PKU muhammadiyah Yogyakarta. Universitas Muhammadyah Yogyakarta. Keperawatan.

http://www.waktu.tanggap.perawat.journal.org.sulaiman.html

(diakses 23 Oktober 2017).

Sunaryo. 2014. Hubungan Triage Dan Response Time Dengan Kepuasan Keluarga Pasien Gawat Darurat Pada Triase Merah Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Immanuel Bandung. Universitas Padjajaran Bandung.

http://www.triage.journal-triage-dan-respontime.org.html

(diakses 22 Oktober 2017).

Sunaryo, Y.E.2010. Pelaksanaan triage oleh perawat di instalasi gawat darurat rumah sakit Immanuel Bandung. Diperoleh tanggal 11 Agustus 2013 dari : www.rsimmanuel.com/index.php?option=com_content&view..

Susahana. 2015. Pengaruh pengetahuan perawat tentang respon time terhadap pelaksanaan respon time di IGD RS PKU muhammadiyah Yogyakarta. http://www.pengaruh/pengetahuan/perawat/ respontime.jurnal.html

(diakses 23 Oktober 2017).

Undang-undang No.44 .2009. Peraturan rumah sakit. Diperoleh tanggal 10 Mei 2013 www.kemendagri.go.id/media/document/2009/...UU-No.44-2009.doc.

Wa Ode Nur Isnah S.2012. Faktor-Faktor yang berhubungan dengan Ketepatan Waktu Tanggap Penanganan Kasus pada Respone Time 1 di Instalasi Gawat Darurat Bedah dan non Bedah RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo. Universitas Unair Surabaya.

http://www.jounal.faktor-ketepatan-waktu.org.web.ref.html

(diakses 10 Oktober 2017).

Yanty Gurning, at all.2013.Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap petugas kesehatan tentang respon time terhadap tindakan triage berdasarkan prioritas.

http://www.tingkat.pengetahua.dan.sikap.jurnal.org.gurning.html

(diakses 23 Oktober 2017).

Yuwono. 2015. Pengetahuan dan sikap perawat akan pentingnya respon time pada pasien true mergency di IGD RS Pemerintah di Surabaya.

http://www.pengetahuan-sikap.org.journal.sains.html

(diakses 23 Oktober 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


##submission.license.cc.by4.footer##